August 29, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

 

PENYELENGGARAAN INTERACTIVE PANEL DISCUSSION
MENGENAI CIVILIAN CAPACITY IN THE AFTERMATH OF CONFLICT: PRACTICAL IMPLICATIONS AND THE WAY FORWARD

DI PTRI NEW YORK,

13 JUNI 2011

 

 

Pemahaman berbagai kalangan dan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat madani mengenai inisiatif Civilian Capacity in the Aftermath of Conflict (CCIAC) perlu ditingkatkan, demikian ditegaskan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Hasan Kleib, pada kesempatan penyelenggaraan diskusi panel interaktif dengan tema “Civilian Capacity in the Aftermath of Conflict: Practical Implications and the Way Forward”, tanggal 13 Juni 2011 di PTRI New York.

 

Diskusi panel interaktif tersebut diselenggarakan Perutusan Tetap Indonesia dan Kanada, selaku Co-Chairs Consultative Group on Civilian Capacity Review (CGCCR), bekerjasama dengan New York University (NYU) Centre on International Cooperation (CIC). Diskusi ini merupakan salah satu tindak lanjut peluncuran Laporan Independen CCIAC yang diluncurkan secara resmi oleh Sekjen PBB pada bulan Maret 2011.

 

Penyusunan Laporan Independen mengenai CCIAC merupakan upaya dan inisiatif Sekjen PBB sebagai tindak lanjut salah satu rekomendasi laporannya mengenai peacebuilding in the immediate aftermath of conflict pada tahun 2009. Sekjen PBB menyarankan agar PBB dapat melakukan review guna menganalisa bagaimana PBB dan masyarakat internasional dapat membantu memperluas dan memperdalam cakupan pool of experts, khususnya dari negara-negara berkembang (Global South) dan kalangan perempuan,untuk mendukung pengembangan dan pembangunan kapasitas yang dibutuhkan oleh negara-negara paska-konflik. Untuk itu, Sekjen PBB membentuk sebuah Senior Advisory Group (SAG) yang ditugaskan menyusun laporan independen mengenai review of civilian capacity pada bulan Maret 2010.

 

Diskusi panel interaktif dimaksud juga menghadirkan Under Secretary General (USG) Department of Field Support, Ms. Susana Malcorra, perwakilan SAG, peneliti dari African Centre for the Constructive Resolution of Disputes (ACCORD) dan Norwegian Institute for International Affairs (NUPI), serta peserta dari perwakilan negara-negara anggota PBB di New York dan badan-badan PBB.

 

Pada kesempatan itu, Indonesia dan Kanada menggarisbawahi kembali pentingnya implementasi prinsip kepemilikan nasional (national ownership) dalam upaya-upaya bantuan PBB di bidang post-conflict peacebuilding. Hal ini sejalan dengan pendekatan OPEN (Ownership, Partnership, Expertise danNimbleness/Flexibility) sebagaimana dikedepankan dalam Laporan Independen tersebut.

 

Peluncuran Laporan Independen SAG oleh Sekjen PBB pada bulan Maret 2011 menandai keterlibatan aktif Indonesia selaku Co-Chair pengelompokan informal antar kawasan, Consultative Group on Civilian Capacity Review (CGCCR), bersama dengan Kanada. Serangkaian pertemuan lanjutan telah difasilitasi oleh kedua negara, termasuk pertemuan informal terbuka pada tanggal 27 April 2011. Laporan Independen SAG juga menjadi pembahasan pada Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB.

 

Sementara itu, paska diskusi panel di PTRI, Watapri (selaku Co-Chair CGCCR) juga telah diminta untuk memimpin sesi pembukaan pertemuan konsultasi di antara kalangan rostering and training community, yang berlangsung di Hotel Millennium UN Plaza New York, pada tanggal 14 Juni 2011 dan menghadirkan panelis Susana Malcorra dan Ketua SAG, Jean-Marie Guehenno. Pertemuan konsultasi dimaksud telah dihadiri oleh sejumlah wakil dari berbagai kalangan dari training and rostering community, yaitu ACCORD, NUPI, ZIF (Jerman), CANADEM (NGOs Kanada), Norcap (Norwegian Capacity), WIDE (roster web service platform yang dikelola oleh UNDP Special Unit for South-South Cooperation), Peace Operations Training Institute (POTI, Hiroshima Peacebuilders Centre, Kofi Annan International Peacekeeping Training Centre dan Scuola Superiore Sant’ Anna (Italia).

 

Kepemimpinan Indonesia dan Kanada tersebut dipandang positif oleh berbagai kalangan, sehingga keterlibatan Indonesia dalam pertemuan di kalangan rostering and training community menjadisangat penting dalam menjembatani rostering and training community dengan proses antarpemerintah (inter-governmental).

 

 

New York,Juni 2011

 

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

 

GALLERY
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza

Latest Press Release

New York - 22 July 2014.

RI KUTUK KERAS SERANGAN BRUTAL ISRAEL DI GAZA

Featured Links

 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.