April 24, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

PRESS RELEASE

NO.: 002/HUMAS/II/2014

 

RI GOLKAN PEMBENTUKAN

GROUP OF FRIENDS ON FINANCIAL INCLUSION

 

Prakarsa Indonesia untuk memajukan isu financial inclusion (keuangan inklusif) dalam perumusan agenda pembangunan global pasca 2015 akhirnya terwujud melalui inagurasi pembentukan Group of Friends on Financial Inclusion (GOF) yang diselenggarakan di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk Perserikatan Bangsa Bangsa di New York. Inagurasi dihadiri oleh 36 Duta Besar negara anggota PBB dan Deputi Sekjen PBB.

Acara ini secara khusus dihadiri oleh Ratu Máxima dari Belanda dalam kapasitasnya sebagai penasehat khusus Sekjen PBB untuk isu keuangan inklusif.

Ratu Máxima dalam sambutan kuncinya menyampaikan pandangan bahwa pengarusutamaan isu keuangan inklusif dapat diwujudkan melalui perumusan target dalam agenda pembangunan global. Apabila target dapat dirumuskan dalam agenda pembangunan masa depan, maka layanan jasa keuangan bagi 2,5 milyar penduduk dunia yang sampai saat ini belum tersentuh oleh layanan keuangan dapat terwujud. Perluasan akses layanan keuangan sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat petani, usaha kecil dan menengah dan sektor informal guna membantu mereka meningkatkan taraf hidup dan produktivitas ekonomi.

Pandangan tersebut disambut baik oleh para Duta Besar yang mendukung perluasan lingkup layanan keuangan untuk juga menunjang penguatan pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial.

Indonesia sendiri memandang penting isu keuangan inklusif mengingat kurang lebih 80 persen penduduk Indonesiabelum tersentuh oleh layanan jasa keuangan formal. Untuk itu, upaya pengarusutamaan isu keuangan inklusif di tingkat global menjadi penting guna mendorong isu keuangan inklusif dapat dijadikan sebagai agenda pembangunan nasional.

Mengingat perluasan akses layanan keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah belaka, Desra Percaya, Wakil Tetap RI untuk PBB menggarisbawahi agar implementasi keuangan inklusif, baik global maupun nasional dapat disertai dengan kemitraan semua aktor pembangunan untuk memperluas akses masyarakat terhadap uang dan modal. Dubes Desra juga menambahkan bahwa pada ranah internasional peran negara donor, Bank Dunia, institusi keuangan internasional dan sektor swasta tetap penting dalam membantu implementasi layanan jasa keuangan khususnya akses rakyat di negara berkembang.

Apabila hal ini dapat diwujudkan, maka visi bersama pembangunan dunia untuk pengentasan kemiskinan bukan lagi menjadi utopia, tapi menjadi sesuatu kenyataan, tutup Desra.

Sebagai tindak lanjut dari peluncuran ini, untuk beberapa waktu ke depan GOF akan mengagendakan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam proses penyusunan agenda pembangunan, khususnya penyusunan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) dan agenda pembangunan pasca 2015 yang saat ini sedang berlangsung di PBB.

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

Press Releases
Indonesia Tekankan Peran Kaum Muda Sebagai Inti Pembangunan
Latest Press Release

New York - 4 April 2014.

INDONESIA TEKANKAN PERAN KAUM MUDA SEBAGAI INTI PEMBANGUNAN

Featured Links
 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.