September 22, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

PRESS RELEASE
NO.: 13/HUMAS/X/2013

DUBES TRIYONO WIBOWO PAPARKAN PERAN DAN KONTRIBUSI UNCTAD
PADA SIDANG MAJELIS UMUM PBB

United Nations Conference on Trade and Development(UNCTAD) sebagai organisasi internasional yang menjadi wadah pembahasan isu perdagangan dan pembangunan negara berkembang melalui tiga pilar utamanya, yaitu concensus building, research and analysis, dan technical assistance dapat memberikan kontribusi yang memadai dan relevan dalam proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Tetap RI utuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Triyono Wibowo dalam kapasitasnya sebagai Presiden Trade and Development Board UNCTAD, pada kesempatan menyampaikan laporan ke sidang Komite II SMU PBB-68, di New York, tanggal 24 Oktober 2013.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komite II, Watap Senegal untuk PBB di New York, Ambassador Abdu Salam Diallo dan dihadiri oleh hampir seluruh negara anggota PBB, Dubes Triyono menjelaskan beberapa isu global yang akan menjadi perhatian UNCTAD dalam masa kepresidennya, seperti tindak lanjut berbagai konferensi internasional khususnya yang terkait dengan proses penyusunan agenda pembangunan global pasca 2015, investasi dalam kaitannya dengan Global Value Chains, evolusi trend sistem perdagangan internasional, serta bantuan UNCTAD kepada rakyat Palestina. Semua isu tersebut telah dibahas pada Sidang TDB sesi ke-60 di Jenewa, tanggal 16-27 September 2013.

“UNCTAD akan terus berupaya memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembahasan isu-isu pembangunan melalui evaluasi secara kritis dan konstruktif terhadap proses dan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs), serta mengidentifikasi berbagai indikator yang dapat digunakan dalam menyusun agenda pembangunan global pasca 2015”, demikian ditegaskan Dubes Triyono. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam proses menyiapkan hari jadinya yang ke-50 pada tahun 2014, UNCTAD berencana akan merayakannya dengan mendedikasikan pembahasan utama pada isu-isu agenda pembangunan global pasca 2015.

Terkait dengan isu investasi, Dubes Triyono memaparkan bahwa UNCTAD telah menerbitkan World Investment Report 2013 yang secara ekstensif membahas peranan Global Value Chains (GVCs) terhadap pembangunan. Secara khusus ditekankan pentingnya pembuatan kebijakan yang relevan dengan memperhatikan situasi dan kekhususan masing-masing negara berkembang agar GVCs dapat berdaya guna secara optimal.

Selain itu, Dubes Triyono juga menyampaikan bahwa negara-negara anggota UNCTAD menginginkan agar isu perdagangan dapat dijadikan sebuah tujuan khusus dalam agenda pembangunan global pasca 2015. Melalui tujuan khusus ini diharapkan perdagangan internasional dapat menjadi katalisator penghapusan kemiskinan.

“Untuk itu, UNCTAD mengusulkan agar dalam agenda pembangunan global yang terkait dengan isu perdagangan internasional, berbagai indikator kuantitatif yang telah ada harus dibarengi dengan indikator kualitatif”, ujar Dubes Triyono. 

Isu-isu global lainnya yang tak luput dari perhatian UNCTAD adalah bantuan yang diberikan kepada rakyat Palestina yang dituangkan dalam sebuah laporan khusus yang bertajuk: Report on the Assistance to the Palestinian People. Dipaparkan oleh Dubes Triyono bahwa dalam laporan serta pembahasannya selama pelaksanaan sidang TDB sesi ke-60, terungkap bahwa rakyat Palestina masih mengalami berbagai kesulitan yang sangat serius akibat krisis fiskal, isolasi perekonomian Palestina dari pasar internasional, tingkat pengangguran yang terus meningkat, serta berbagai keterbatasan supply dan demand untuk pertumbuhan ekonominya. Diindikasikan oleh Dubes Triyono bahwa beragamnya kesulitan yang dihadapi rakyat Palestina tersebut tidak dapat dipisahkan dari berbagai kebijakan represif Israel di wilayah pendudukan.

Pada akhir laporannya, Dubes Triyono mengharapkan agar Komite II SMU PBB-68 dapat menyetujui dan mengesahkan tawaran Peru untuk menjadi tuan rumah Konferensi UNCTAD XIV pada tahun 2016.

Dubes Triyono terpilih menjadi Presiden TDB UNCTAD pada sesi ke-60 persidangan badan tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 16-27 September 2013. Masa Kepresidenan Dubes Triyono yang akan berakhir sampai September 2014, memiliki arti strategis serta akan menjadi masa yang bersejarah, mengingat selain tugas rutin memimpin pertemuan-pertemuan TDB, tugas Presiden TDB pada masa ini juga akan merencanakan dan melaksanakan perayaan ke-50 Hari Ulang Tahun UNCTAD, yang rangkaian acaranya akan dimulai pada bulan April 2014. Selain itu, pada masa Kepresidenan tahun 2013-2014 akan dilakukan proses mid-term review hasil-hasil Konferensi UNCTAD XIII di Doha tahun 2012, untuk dijadikan rujukan persiapan Konferensi UNCTAD XIV di Peru, tahun 2016.

New York, 24 Oktober 2013

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

 

GALLERY
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza

Latest Press Release

New York - 22 July 2014.

RI KUTUK KERAS SERANGAN BRUTAL ISRAEL DI GAZA

Featured Links

 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.