April 20, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

 

PRESS RELEASE

No. 5/HUMAS/V/2013

 

PANEL TINGKAT TINGGI TEGASKAN PERLUNYA PERUBAHAN

CARA PANDANG PEMBANGUNAN PASCA 2015

 

“… Mudah-mudahan laporan ini dapat membantu negara-negara untuk menyiapkan diri dan menetapkan arah yang tepat dalam implementasi agenda pembangunan nasional di masa depan…”. (Kutipan sambutan Presiden RI dalam acara penyerahan laporan High Level Panel of Eminent Persons for Post 2015 Development Agenda (HLP Post 2015) kepada Sekjen PBB, 30 Mei 2013)

 

Untuk mewujudkan visi pembangunan masa depan diperlukan adanya perubahan cara pandang (changing mindset) terkait dengan praktek pembangunan. Dari pembangunan yang bersifat fisik menjadi bersifat “people center”. Dari pembangunan yang bersifat eksploitatif menjadi pembangunan yang berkelanjutan. Dari pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi pembangunan yang transformatif dan inklusif.

 

Hal tersebut merupakan inti laporan Panel Tinggi tentang Agenda Pembangunan Pasca 2015 yang diserahkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Sekjen PBB, Ban Ki-moon, pada tanggal 30 Mei 2013 di Markas Besar PBB, New York. Penyerahan laporan yang disahkan sehari sebelumnya juga menandai berakhirnya proses diskursus Panel selama lebih dari sembilan bulan.

 

Panel yang diketuai oleh Presiden RI bersama dengan Presiden Liberia, Ellen Johnson-Sirleaf, dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, serta beranggotakan 27 tokoh dunia yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan tersebut telah berhasil merumuskan laporan yang diberi judul “A New Global Partnership: Eradicate Poverty and Transform Economies through Sustainable Development”, yang akan digunakan sebagai masukan bagi Sekjen PBB dalam memajukan dialog dan negosiasi multilateral terkait dengan agenda pembangunan pasca 2015.

Laporan yang disusun dari rangkaian diskusi dan konsultasi anggota Panel di New York, London, Monrovia, dan Bali ini pada hakikatnya merefleksikan visi Panel, yang menekankan adanya tanggung jawab bersama untuk mengakhiri berbagai bentuk kemiskinan dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan mewujudkan kemakmuran.

Perubahan cara pandang tersebut digariskan dalam lima elemen transformasi utama, yaitu leave no one behind (setiap orang harus memperoleh manfaat dari pembangunan); put sustainable development at the core (pembangunan berkelanjutan sebagai inti); transform economies for jobs and inclusive growth (tranformasi ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif); build peace and effective, open and accountable institutions (pentingnya pemerintahan yang baik); forge a new global partnership (pentingnya kemitraan global yang melibatkan semua pemangku kepentingan pembangunan).

 

Dengan perubahan paradigma demikian, laporan Panel memberikan ilustrasi 12 tujuanutama yang dapat dipertimbangkan sebagai penerus Tujuan Pembangunan Milenium (millennium development goals/MDGs) untuk menggerakkan perubahan transformatif setelah tahun 2015, yaitu: mengakhiri kemiskinan; pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender; penyediaan pendidikan berkualitas; memastikan kehidupan yang sehat; memastikan keamanan pangan dan nutrisi yang baik; mewujudkan akses air dan sanitasi yang universal; mewujudkan keamanan energi yang berkelanjutan; menciptakan lapangan kerja, kehidupan yang berkelanjutan dan pertumbuhan yang berimbang; mengelola aset sumber daya alam secara berkesinambungan;memastikan tata kelola yang baik dan kelembagaan yang efektif;memastikan kondisi masyarakat yang stabil dan damai; danmenciptakan lingkungan global yang mendukung pembangunan dan mendukung katalisasi pembiayaan jangka panjang.

 

“Walaupun Panel telah berhasil menyajikan konsepsi pembangunan masa depan secara komprehensif, namun Presiden RI telah menegaskan kepada anggota Majelis Umum PBB bahwa hal ini  tidak dimaksudkan untuk mendikte agenda pembangunan masa depan,” demikian disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya. “Kedua belas ilustrasi tujuan pembangunan lebih dimaksudkan sebagai gagasan segar dan masukan bagi Sekjen PBB dan seluruh negara anggota PBB tentang bentuk dan visi agenda pembangunan pasca 2015.”

 

Berakhirnya tugas Panel ini telah menyisakan kenangan tersendiri bagi anggota Panel, menurut Dubes Desra.  “Seluruh anggota Panel menyampaikan rasa bangga dan terhormat telah menjadi bagian dari Panel dan menyampaikan kegembiraan mendalam atas keberhasilan Panel dalam merumuskan laporan yang bold, ambitious but achievable”, imbuhnya. “Anggota Panel mengharapkan laporan mereka dapat dimanfaatkan untuk memulai diskusi global tentang peta jalan pembangunan masa depan setelah berakhirnya MDGs pada tahun 2015,” tutup Dubes Desra.

New York, 31 Mei 2013

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

Press Releases
Indonesia Tekankan Peran Kaum Muda Sebagai Inti Pembangunan
Latest Press Release

New York - 4 April 2014.

INDONESIA TEKANKAN PERAN KAUM MUDA SEBAGAI INTI PEMBANGUNAN

Featured Links
 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.