July 28, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

 

PRESS RELEASE

NO. 01/HUMAS/III/2013

 

KEMISKINAN DORONG TINDAK KEKERASAN, SENTRALITAS ISU PEREMPUAN KRUSIAL DALAM AGENDA PEMBANGUNAN PASCA 2015

 

Meskipun terdapat capaian dan kemajuan dalam memajukan hak-hak perempuan, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan masih terus berlanjut setiap hari di berbagai penjuru dunia, baik di dalam rumah tangga maupun di ruang publik.  Kemiskinan juga merupakan hambatan utama dalam upaya pemajuan kaum perempuan, dan hal ini terlihat dari fakta bahwa kemiskinan memperlambat pencapaian sasaran-sasaran dalam Millennium Development Goals (MDGs).

Hal tersebut disampaikan oleh  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam pernyataan yang mewakili seluruh negara ASEAN pada Sidang Komite tentang Status Perempuan PBB (Commission on the Status of Women/CSW) Sesi ke-57, yang tengah berlangsung di Markas Besar PBB, New York, 4-15 Maret 2013 dengan tema prioritas “The elimination and prevention of all forms of violence against women and girls”.

“Untuk itu, Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya mendesak agar isu gender diangkat dalam agenda pembangunan pasca 2015, baik di negara berkembang maupun negara maju,” ditegaskan Menteri Linda Gumelar. Dalam kaitan ini, “CSW didorong untuk melakukan upaya aktif guna memastikan sentralitas isu perempuan dalam agenda pembangunan pasca 2015,” imbuhnya.

Sikap ASEAN dalam menghadapi kekerasan terhadap perempuan telah tercermin pada “ASEAN Declaration on the Elimination of Violence against Women” yang disahkan pada tahun 2004. “Karena itu, ASEAN mendukung sepenuhnya kebijakan dan program dalam sistem nasional sebagai bagian dari pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh untuk memperkuat pengarusutamaan jender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” lanjut Menteri Linda Gumelar. “Pemerataan pembangunan dan perdamaian tidak akan pernah terjadi pada masyarakat yang tidak dapat memastikan perlindungan bagi kaum perempuan dan anak dari tindak kekerasan.”

Di sela-sela Sidang, Menteri Linda Gumelar juga mengadakan pertemuan bilateral dengan mitranya dari Spanyol, Norwegia dan Inggris untuk membicarakan pendekatan dan kesamaan pandangan guna menghindari terulangnya kegagalan Sidang CSW tahun sebelumnya. Menteri Linda Gumelar juga bertindak selaku salah satu pembicara dalam side event yang diselenggarakan oleh Menteri Urusan Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki tentang “Legal Reforms and Best Practices” dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

CSW merupakan badan subsider dari ECOSOC yang beranggotakan 45 negara sebagai badan utama pengambil keputusan global terkait kesetaraan jender dan pemajuan perempuan. Indonesia merupakan anggota CSW untuk periode 2013-2016, setelah terakhir menjadi anggota pada periode 2007-2010.

 

New York, 6 Maret 2013

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

 

GALLERY
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza

Latest Press Release

New York - 22 July 2014.

RI KUTUK KERAS SERANGAN BRUTAL ISRAEL DI GAZA

Featured Links

 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.