September 02, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

 

PRESS RELEASE

NO.: 39/HUMAS/XII/2012

 

INDONESIA – NAURU BUKA HUBUNGAN DIPLOMATIK

 

 

Pada hari Jumat (21/12/2012), Indonesia secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Nauru. Pembukaan hubungan diplomatik ini dilakukan melalui penandatanganan Komunike Bersama (Joint Communique) oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, dan Wakil Tetap Nauru untuk PBB, Duta Besar Marlene Moses, yang dilakukan di kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York.

Pada kesempatan tersebut Duta Besar Desra Percaya menyampaikan bahwa selama ini kedua negara telah berinteraksi dan bekerjasama dalam sejumlah isu di forum PBB dan forum internasional lainnya. “Dengan pembukaan hubungan diplomatik ini, maka semakin terbuka luas  kesempatan bagi kedua negara untuk memperkuat dan memperdalam kerjasama di berbagai bidang,” imbuhnya.  Selain itu, ditekankan pula bahwa pembukaan hubungan diplomatik dengan Nauru yang berada di wilayah Pasifik, merupakan penjabaran dari komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas negara-negara di Pasifik, untuk meningkatkan kerjasama dengan negara-negara di kawasan bagi kemajuan dan kemakmuran bersama.

Menurut Duta Besar Percaya selama ini Indonesia telah terlibat dalam kerja sama di bidang peningkatan kapasitas dengan negara-negara tetangga di Pasifik dan akan terus memanfaatkan peluang untuk kerjasama di bidang lainnya. Ditambahkannya pula bahwa bahwa terdapat peluang nyata yang dapat dijadikan agenda kerja sama antara kedua negara, antara lain isu perubahan iklim, disaster risk management, dan dalam konteks kerja sama Selatan-Selatan.

Dalam sambutannya, Dubes Moses juga menyampaikan kegembiraan atas dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara, terutama mengingat bahwa Indonesia telah menjadi sahabat bagi negara-negara Pasifik. “Satu hal yang sangat diingat dan dihargai oleh masyarakat Pasifik adalah sewaktu Indonesia memimpin pembahasan mengenai resolusi perubahan iklim di forum PBB, yang pada akhirnya menghasilkan kesepakatan sesuai dengan kepentingan negara-negara Pasifik, khususnya dalam konteks pemanasan global sebagai ancaman terhadap eksistensi negara-negara tersebut,” ditambahkan Dubes Moses.

Dengan pembukaan hubungan diplomatik ini, Indonesia telah memiliki hubungan diplomatik dengan 183 dari 193 negara anggota PBB. Sebagai catatan, pada tahun 2010 DPR RI telah menyetujui pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota PBB. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, pada tahun 2011 telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan sembilan negara, yaitu Mauritania, El Salvador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika, Niger, Sao Tome dan Principe, Antigua dan Barbuda, serta Bhutan. Tahun ini telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan Botswana, Tuvalu, Haiti dan Nauru.

New York, 21 Desember 2012

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

 

GALLERY
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza

Latest Press Release

New York - 22 July 2014.

RI KUTUK KERAS SERANGAN BRUTAL ISRAEL DI GAZA

Featured Links

 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.