October 22, 2014 |  

 
 
  Latest Gallery  
 

 

PRESS RELEASE

NO. 38/HUMAS/XII/2012

 

PBB akui Peran Parlemen Indonesia dalam Proses Damai di Aceh

 

Peran parlemen Indonesia dalam kelanjutan proses perdamaian di Aceh dinilai oleh PBB sebagai salah satu kisah sukses peran parlemen dalam mengawasi kesepakatan damai antara pihak-pihak yang berkonflik. Hal tersebut dikemukakan oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson, mewakili Sekjen PBB, dalam Inter-Parliamentary Union (IPU) Annual Parliamentary Hearing yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, 6-7 Desember 2012.

Jan Eliasson juga menambahkan bahwa peran tersebut dilakukan dengan menyediakan dasar hukum pembentukan lembaga-lembaga sesuai perjanjian damai antara Pemerintah RI dengan GAM. Mekanisme ini dipandang efektif untuk memperkuat kepercayaan publik atas upaya-upaya perdamaian.

Forum tahunan yang diikuti oleh ratusan anggota parlemen dari negara-negara anggota PBB tersebut kali ini mengangkat tema “A Road Less Travelled: Parliamentary Approaches to Conflict Prevention, Reconciliation and Peace Building”.

Delegasi Indonesia, yang diwakili oleh Roestanto Wahidi dan Puan Maharani dari Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI, telah berbagi pengalaman Indonesia dalam mengatasi konflik internal, serta partisipasi aktif Indonesia dalam upaya mencari solusi konflik di kawasan. Pada kesempatan tersebut, Delegasi DPR RI menegaskan, antara lain, bahwa solusi konflik tidak dapat menggunakan pendekatan “one size fits all”, perlunya ditingkatkan kepercayaan antar pihak-pihak yang berkonflik, pentingnya mencari akar permasalahan, serta peran wanita dan pemuda harus dioptimalkan.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, menilai positif penyelenggaraan kegiatan tahunan ini. “Bagi para anggota parlemen, khususnya DPR RI, forum ini akan sangat bermanfaat untuk memperoleh masukan dan meningkatkan pemahaman mengenai isu-isu yang menjadi tanggung jawab PBB,” demikian ditambahkan Duta Besar Percaya.

“Selain itu, melalui forum tersebut, para anggota parlemen akan dapat bertukar pikiran dan pengalaman mengenai berbagai kebijakan yang diambil masing-masing negara anggota PBB dalam upaya mengatasi permasalahan dunia, termasuk dalam isu perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan, serta terorisme,” imbuhnya.

Kerjasama IPU dan PBB terus meningkat sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara PBB dan IPU pada tahun 1996. Tujuan kerjasama ini adalah untuk menciptakan komunikasi dua arah antara PBB dan parlemen nasional yang menjadi anggota IPU, melalui berbagai kegiatan yang juga melibatkan badan-badan khusus dan program-program PBB.

 

New York, 7 Desember 2012

Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations, New York
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Tel: 1.212.972.8333,   Fax: 1.212.972.9780   -   www.indonesiamission-ny.org

 

GALLERY
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza
RI Kutuk Keras Serangan Brutal Israel di Gaza

Latest Press Release

New York - 21 October 2014.

RI Terpilih Kembali Sebagai Anggota Dewan HAM

Featured Links

 
 
 
     
 


Copyright © 2013 - Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations
325 East 38th Street, New York, NY, 10016, USA
Telp : +1-212-972-8333 | Fax : +1-212-972-9780 | eMail: ptri@indonesiamission-ny.org

All Rights Reserved.