No. 187/HMS/XI/01

Press Release

 

Kehadiran para Kepala Negara/Pemerintah sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan KTT Pembangunan Berkelanjutan 2002

Wakil Tetap/Duta Besar RI pada Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York Makmur Widodo membuka pertemuan inisiatif  “Brainstorming ASEAN Plus untuk membahas masukan bagi KTT Pembangunan Berkelanjutan”. Pertemuan yang diprakarsai Indonesia ini berlangsung dari tanggal 3-4 Nopember 2001 di New York  dan dihadiri para Wakil Tetap/Duta Besar negara-negara anggota ASEAN, Deputi Wakil Tetap Australia, serta wakil-wakil negara Jepang, Korea, dan Afrika Selatan. Pertemuan juga dihadiri oleh para pembicara utama yaitu  Prof. Emil Salim selaku Ketua Biro Prepcom KTT Pembangunan Berkelanjutan,   Sekretaris Jenderal untuk KTT Mr. Nitin Desai, Direktur UNEP untuk Amerika Utara Mr. Adnan Amin dan Assisten Administrator UNDP Ms. Eimi Watanabe. Pertemuan inisiatif ini dipimpin langsung oleh Wakil Tetap/Duta Besar Makmur Widodo.

Tujuan dari pertemuan yang digagas oleh Indonesia dimaksudkan untuk memberikan kontribusi yang dapat menjadi sumbangan berarti bagi negara anggota ASEAN dalam rangka proses persiapan KTT Pembangunan Berkelanjutan pada bulan September 2002 di Johannesburg - Afrika Selatan,  khususnya untuk mengidentifikasi inisiatif konkrit sebagai salah satu hasil KTT. 

Peranan Indonesia dalam hal ini, selain menjadi Ketua Biro Prepcom yang dipercayakan kepada Prof. Emil Salim juga akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan tingkat Menteri KTT dimaksud pada bulan Mei 2002.

Pertemuan sepakat untuk menyampaikan berbagai konkrit inisiatif dalam bidang pembangunan berkelanjutan. Prof. Emil Salim dalam presentasi menekankan pentingnya negara-negara untuk memberikan perhatian khusus terhadap lingkungan dan memasukannya sebagai mainstream utama dalam proses pembangunan.  Dijelaskan bahwa tingkat kehadiran Kepala Negara/Pemerintah dalam KTT Pembangunan Berkelanjutan 2002 akan sangat essensial didalam mendorong usaha kebijakan pada tingkat yang paling tinggi.  Prof. Emil Salim menerangkan secara luas arti penting dari pelestarian kawasan sumber daya hayati (biodiversity) yang dimiliki ASEAN yang perlu dimanfaatkan guna mendapatkan nilai tambah (added value). ASEAN sebagai kawasan di dunia yang memiliki keberagaman sumber daya hayati (biodiversity) yang paling kaya. Oleh karena itu menurutnya kawasan ASEAN dapat memfokuskan sumber daya hayati sebagai salah satu prioritas untuk pembangunan berkelanjutan.

Perhatian PBB  yang dikemukakan pada pertemuan ini antara lain mengenai tiga pendekatan utama yakni pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan.  Selain juga perlunya penajaman dari target dan fokus yang ingin dicapai yang sejalan dengan tujuan-tujuan Millennium.

PBB dan organisasi internasional sangat mendukung proyek-proyek pembangunan berkelanjutan khususnya untuk sektor-sektor yang berkaitan dengan energi, kelautan dan kehutanan. 

Masalah-masalah lain yang menjadi pembahasan pada pertemuan antara lain pentingnya ASEAN mempersiapkan pertemuan Prepcom regional di Kamboja maupun berbagai persiapan proses tingkat global;  sumber daya hayati dan bio-teknologi menjadi issu yang penting bagi kawasan;  dan ASEAN perlu mempersiapkan masukan substantif dengan menentukan target yang jelas dan dalam jangka waktu yang terukur.

                                                                  New York, 4 Nopember 2001