INDONESIA TUAN RUMAH PREPCOM 2002

Jakarta - Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri (Preparatory Committee/PrepCom) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pembangun Berkelanjutan (Rio plus Ten) 2002.

Dirjen Hubungan Ekonomi Luar Negri (HELN) Deplu Makarim Wibisono di Jakarta, Senin, mengatakan, penunjukan itu didasari keputusan "General Assembly Resolution" PBB nomor A/RES/55/199 di New York yang menetapkan Indonesia sebagai penyelenggara PrepCom KTT Pembangunan Berkelanjutan.

Sebagai Ketua PrepCom Global telah diusulkan nama mantan Menlh Prof Emil Salim dan Makarim, yang juga mantan Perwakilan Tetap RI di PBB, sebagai Wakil Ketua.

PrepCom yang dijadwalkan berlangsung Mei 2002 itu akan dihadiri sekitar 5.000 orang delegasi dan 184 negara dan 20 lembaga internasional dan menjadi wahana persiapan akhir bagi penyelenggaraan KTT Rio plus Ten yang akan diselenggarakan di Johannesburg, Afsel, September 2002.

"Dengan penunjukanya sebagai tuan rumah PrepCom ini, maka Indonesia berkesempatan untuk menggolkan sejumlah agenda nasionalnya ke dalam forum KTT, karena dunia memandang semua materi yang akan dibicarakan dalam KTT Rio plus Ten akan terlahir dari Indonesia," kata Makarim.

Semua penggodogan materi KTT dilakukan oleh Indonesia, sedangkan seremonial dan political gathering’ dilakukan di Afnika Selatan selaku tuan rumah KTT tersebut.

Sementara itu, Menlh Sonny Keraf mengungkapkan bahwa penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah PrepCom tidak lepas dari keinginan Presiden Abdurrahman Wahid, yang menghendaki agar Indonesia mencabut diri dari bursa tuan rumah KTT itu dengan alasan kepentingan diplomasi dengan negara-negara Afrika. Sebelumnya, Indonesia telah mendapat dukungan den negara-negra Asia-Pasifik dan sejumlah negara Eropa untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT Rio plus Ten atau 10 tahun KTT Rio De Janeiro, Brasil, yang diselenggarakan pada Juni 1992.

Untuk menyelamatkan muka, maka Indonesia menerima tawaran menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri yang menggodog tentang berbagai rnateri serta tema KTT.

"Keuntungan sebagai penyelenggara PrepCom ini adalah isu lingkungan mendapat perhatian di tingkat nasional. terutama untuk mengkaji ulang penerapan agenda 21 nasional," katanya.

Selain itu, prestasi Indonesia, terutama komitmen yang terkait dengan pelaksanaan Agenda 21, juga akan diketahui oleh dunia internasional. Mengenai isu yang akan ditawarkan Indonesia dalam penggodogan materi KTT, Sonny mengatakan bahwa beberapa isu sedang digelindingkan sejumlah negara, tetapi Indonesia sendiri juga telah menyiapkan satu isu utama untuk ditawarkan dalam KTT nanti.

Setidaknya ada enam isu yang saat ini sedang dibahas secara intensif, diantaranya adalah isu mengenai perdagangan global, lingkungan dan isu energi. Isu penggunaan enengi yang tidak ramah lingkungan dinilai menjadi masalah global karena dinilai sebagai sektor yang paling bertanggung jawab atas terjadinya perubahan iklim global.

Berita Antara 03 April 2001.