PRESS RELEASE

Pada hari Jum’at tanggal 27 Oktober 2000 Wakil Tetap RI untuk PBB Makarim Wibisono selaku Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) telah membuka sekaligus memimpin pertemuan ECOSOC dengan Managing Director, International Monetary Fund (IMF), Mr Horst Koehler di Markas Besar PBB New York. Pertemuan dihadiri oleh para Duta Besar/Wakil Tetap negara anggota ECOSOC, perwakilan organisasi internasional, pengamat dan kalangan NGO.  Pertemuan dimaksudkan untuk mendengar briefing dari Mr. Horst Koehler mengenai Peranan Dana setelah Pertemuan tahunan IMF di Praha bulan September yang lalu.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang terbuka dan informatif dengan penyampaian beberapa hal pokok antara lain mengenai reformasi keuangan sistem global; peranan sektor swasta dalam keuangan; dan pengembangan kewiraswastaan. Direktur Pelaksana IMF menyampaikan mengenai transparansi yang semakin membesar di kelembagaan keuangan internasional dan diakui bahwa perubahan struktur dalam institusi internasional ini masih belum selesai. Berbagai pandangan dalam pertemuan mengatakan bahwa struktur dari kelembagaan keuangan internasional masih belum sempurna dan masih dalam proses. Reformasi dalam berbagai kelembagaan internasional dipandang sangat penting untuk mewujudkan ekonomi global dan stabilitas keuangan untuk pembangunan.

Pertemuan juga melihat bagaimana cara pandang sektor swasta, masyarakat dan pemerintah yang sama-sama mengiingkan hal seperti transparansi, akuntabilitas dan partisipasi yang aktif.  Peranan sektor swasta semakin hari semakin diperlukan dalam usaha pembangunan keuangan nasional baik saat perkembangan ekonomi yang sedang positif maupun dalam masa-masa krisis.

Presiden ECOSOC mengatakan bahwa pertemuan ini dianggap telah memberikan kontribusi yang berharga untuk saling memperkaya kelembagaan masing-masing baik dalam tingkat negara maupun internasional. Pertemuan ini juga dipandang sebagai kesempatan untuk berinteraksi dengan para pembuat kebijakan sistem keuangan global yang memegang peranan kunci dalam kerjasama internasional untuk pembangunan. Lebih lanjut Makarim Wibisono mengatakan bahwa dimensi pendanaan ekonomi dan sosial untuk pembangunan harus diupayakan secara koheren dan konsisten dalam usaha yang lebih jauh  untuk pengentasan dan penurunan jumlah kemiskinan secara konkrit.

Usaha mencari persamaan pandangan antara lembaga masing-masing akan mendorong kerjasama pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi global. Diharapkan proses ini akan berkesinambungan dan oleh karena itu Majelis Umum PBB telah memutuskan untuk menyelenggarakan acara high-level intergovernmental mengenai Pendanaan Bagi Pembangunan pada tahun 2001. Dalam statement pembukaannya Presiden ECOSOC mengatakan bahwa acara ini akan memperkuat kerjasama dan interaksi antara PBB dan IMF.

                                                                               New York, Oktober 27, 2000