SIARAN PERS
No. 301/HMS/XII/02
Laporan Pembangunan Manusia Indonesia
Mendapat
Penghargaan dari UNDP
Program Pembangunan PBB (UNDP) pada hari Senin tanggal
9 Desember 2002 di New York telah memberikan penghargaan terhadap Laporan
Pembangunan Manusia Indonesia 2001 yang berjudul “Menuju Konsensus Baru:
Demokrasi dan Pembangunan Manusia di Indonesia” (Towards a New Consensus:
Democracy and Human Development). Administrator UNDP, Malloch Brown
menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia dalam suatu upacara
yang cukup meriah dan dihadiri antara lain Presiden Brasil Fernando
Henrique Cardoso, para Duta Besar negara anggota PBB dan kalangan diplomatik
lainnya, dua senator serta pengusaha Amerika Serikat. Laporan tersebut
mendapat penghargaan atas kategori Excellence of Quality Analysis
yang merupakan hasil bersama yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik
(BPS), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan UNDP di
Indonesia. Selain Laporan Indonesia, lima negara/kawasan lainnya yang
mendapat penghargaan yaitu Bolivia, Botswana, Chile, Nepal dan Arab
Region dengan kriteria masing-masing.
Laporan Indonesia ini dianggap mempunyai bobot yang
sangat tinggi dengan memfokuskan keterkaitan antara pembangunan manusia,
demokrasi dan kemajuan ekonomi di Indonesia. Kualitas analisis dari
Laporan tersebut juga dipandang inovatif karena mencakup tema yang multi-dimensional
dibanding laporan nasional negara-negara lain. Kemajuan pembangunan
manusia, menurut Laporan Pembangunan Manusia Indonesia ini, tidak hanya
menjadi tujuan yang penting untuk dicapai, tetapi juga akan menjadi
dasar yang esensial bagi demokrasi yang stabil dan ekonomi yang terus
berkembang.
Laporan tersebut berpendapat bahwa saat ini Indonesia
perlu membuat “konsensus sosial baru” berdasarkan standar pembangunan
manusia yang disepakati secara nasional - sesuatu yang berlaku untuk
seluruh pelosok nusantara. Konsensus ini akan membantu mendorong proses
desentralisasi yang mulai berjalan. Bagaimana Indonesia dapat menjamin
agar desentralisasi dapat mempererat persatuan nasional dan meningkatkan
komitmen nasional terhadap pembangunan manusia.
Pemenang dari laporan-laporan kali ini merupakan seleksi
lebih dari 100 laporan nasional negara yang masuk dan atas penilaian
dari lima panelis pakar yang ditunjuk diantaranya pemenang Nobel Perdamaian
2001 Joseph Stiglitz.
New York, 9 Desember 2002
|