No.  031/HMS/VII/00

 

PRESS RELEASE

Dewan Ekonomi Sosial PBB  (ECOSOC) memulai Sidang Sustantif tahun 2000 pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2000 pukul 9.30 pagi di Markas Besar PBB di New York yang dipimpin oleh Presiden ECOSOC, Dr. Makarim Wibisono (Indonesia).  Sidang Substantif yang berlangsung sampai tanggal 1 Agustus 2000 diawali dengan diselenggarakannya Sidang Segmen Tingkat Tinggi ECOSOC berlangsung dari tanggal 5 s/d 7 Juli 2000 dengan tema Pembangunan dan Kerjasama Internasional dalam abad 21: Peranan Teknologi Informasi Dalam Kerangka Ekonomi Global yang Bersendikan Pengetahuan.

Sidang Segmen Tingkat Tinggi dihadiri oleh 50 menteri yang pada umumnya menangani bidang Teknologi dan telekomunikasi dari anggota ECOSOC  yang berjumlah 54 negara  beserta negara-negara peninjau diantaranya  Presiden Mali, Perdana Menteri Belarus, Menteri Keuangan AS, Lawrence H. Summers, Menko EKUIN Indonesia, Kwik Kian Gie yang didampingi Menteri Negara Ristek, A.S. Hikam dan pejabat-pejabat tinggi WTO, Bank Dunia, UNCTAD, Badan-badan PBB dan wakil-wakil NGO, media dan sektor usaha.

Pada acara pembukaan Presiden ECOSOC, Dr. Makarim Wibisono menyampaikan pidato pembukaan dilanjutkan dengan penyajian video mengenai teknologi informasi dan komunikasi bagi pembangunan. Setelah itu dilanjutkan dengan pidato Deputi Sekjen PBB, Louise Frechette dan Menteri Keuangan AS, Lawrence H. Summers. Dialog kebijakan tingkat tinggi segera dilakukan sesudahnya  yang diikuti oleh  Presiden Bank Dunia, James Wolfenson, Dirjen WTO, Mike Moore, dan Sekjen UNCTAD, Rubens Ricupero.

Pada pukul 10.15,  Presiden ECOSOC dan Wakil Sekjen PBB meresmikan Pameran Teknologi Informasi untuk Pembangunan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Markas Besar PBB. Pameran ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yaitu wakil-wakil Pemerintah seperti Amerika Serikat, China, Kadin dari negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 77, organisasi-organisasi internasional seperti            Bank Dunia, UNESCO, UNICEF, UNCTAD, UNITAR, UNEP, UNPF, UNDP,  UNCHR, FAO, ILO , IFAD  serta perusahaan-perusahaan swasta seperti Nokia, SABA, Mobicom, Lernout & Hauspie, Compunnel, Deutsche Telecom, Elcom, Silver Soft, Goldsoft, SAP  dan ikut serta PT Telkom dari Indonesia.

Selama Sidang Segmen Tingkat Tinggi ECOSOC, pertemuan-pertemuan meja bundar antar para menteri telah diselenggarakan ECOSOC dan sektor usaha dalam bentuk  pertemuan makan pagi dan makan siang yang merupakan wahana pemaparan singkat dan diskusi  mengenai masalah teknologi informasi dan pembangunan yang akan diikuti pula oleh wakil-wakil masyarakat madani, CEO perusahaan swasta, organisasi internasional dan badan-badan PBB. Pemrasaran dalam kesempatan ini antara lain adalah Mantan Presiden Costa Rica, Jose Maria Figueres Olsen, Ketua Yayasan Pembangunan Berkelanjutan, dan Menteri Perhubungan dan Komunikasi Finlandia, Olli-Pekka Heinon.

Masalah-masalah yang dibahas dalam kesempatan itu antara lain e-commerce; pemerataan pengetahuan, keuangan dan investasi; e-governance; info-ethics; prasarana dan connectivity, tele-medicine; hak cipta; pembangunan SDM dan dimensi lingkungan hidup.

Didalam sidang pleno selain diadakan perdebatan umum dimana Presiden Mali, Alpa Oumar Konare dan Perdana Menteri Belarus telah memberikan keynote addresses juga telah dilakukan diskusi panel dengan wakil-wakil senior bank-bank pembangunan regional,  diskusi panel dengan UNCTAD dan komisi-komisi regional termasuk ESCAP dan presentasi dari para peserta pameran.

Sidang Segmen Tingkat Tinggi telah ditutup secara resmi oleh Presiden ECOSOC DR. Makarim Wibisono pada tanggal 7 Juli 2000 pk 19.30 dan untuk pertama kalinya lahir suatu Deklarasi Menteri dalam Sidang ECOSOC, di mana sidang-sidang sebelumnya hanya melahirkan Komunike Bersama atau sejenisnya. ECOSOC kemudian melanjutkan Sidang Segmen Koordinasi yang berlangsung dari tanggal 11 s/d 12 Juli , Segmen Kegiatan Operasional dari tanggal 13 s/d 18 Juli,  Segmen Masalah Kemanusiaan dari tanggal 19 s/d 21 Juli dan Segmen Masalah-masalah Umum dari tanggal 21 s/d 28 Juli 2000.  Dalam kesempatan itu akan diselenggarakan panel diskusi dan pertemuan meja bundar membahas masalah-masalah yang sedang dibicarakan di ECOSOC. Pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2000 diharapkan Sidang Substantif ECOSOC sudah akan mengambil keputusan mengenai usul dan rekomendasi yang dibahas selama  persidangan dan dengan demikian Sidang sudah dapat secara resmi ditutup pada tanggal 1 Agustus 2000.

Dalam rangka  upaya meningkatkan citra bangsa dimata dunia, Indonesia memanfaatkan kesempatan ini dengan mengadakan “Indonesian Food Festival” menampilkan berbagai macam makanan dari berbagai daerah ditanah air selama sebulan penuh di Markas Besar PBB di New York  Dalam kesempatan ini juga akan diperagakan ketrampilan cara membuat angklung, batik, dan kerajinan tangan tradisional lainnya serta akan dipagelarkan berbagai pertunjukan kesenian Indonesia.

                                                                                       New York,     Juli 2000.