SIARAN PERS


No.: 09/HMSJ/XJO6

INDONESIA TERPILIH MENJADI ANGGOTA ECOSOC
UNTUK PERIODE 2007-2009


Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-61 yang berlangsung di New York pada tanggal 2 November 2006, Indonesia terpilih kembali menjadi anggota ECOSOC (Economic and Social Council) periode tahun 2007-2009 untuk mengisi 20 lowongan kursi yang tersedia. Untuk kelompok negara Asia, terdapat 4 lowongan kursi yang tersedia dengan 4 negara yang mencalonkan diri menjadi anggota ECOSOC. Negara tersebut terdiri dari Indonesia, Irak, Kazakhstan, Filipina.

Negara lain yang terpilih menjadi anggota ECOSOC adalah Aljazair, Cape Verde, Malawi, Somalia, Sudan, Belarus, Bulgaria, Rumania, Argentina, Barbados, Bolivia, El Salvador, Kanada, Luksemburg, Belanda dan Amerika Serikat.

Sebelum periode 2007-2009, Indonesia telah menjadi anggota ECOSOC yaitu pada periode 1956-1958, 1969-1971, 1974-1975, 1979-1981, 1984-1986, 1989-1991, 1994-1996, 1999-2001 dan 2004-2006. Pada tahun 1969, Indonesia terpilih menjadi Wakil Presiden ECOSOC dan kemudian menjadi Presiden ECOSOC pada tahun 1970. Tiga puluh tahun kemudian, tahun 1999, Indonesia kembali menjadi Wakil Presiden ECOSOC dan kemudian Presiden ECOSOC pada tahun 2000.

Sebagai anggota ECOSOC, Indonesia akan memajukan kepentingan negara-negara berkembang untuk berbagai isu sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, pendanaan untuk pembangunan dan pembangunan sosial. Melalui ECOSOC, Indonesia akan berupaya memperjuangkan kepentingan nasional untuk masalah ekonomi dan sosial. Indonesia juga berkeyakinan ECOSOC dapat memberikan sumbangan yang berarti untuk memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara berkembang.

Terpilihnya Indonesia menjadi anggota ECOSOC membuktikan bahwa Indonesia mendapatkan kepercayaan dari masyarakat internasional untuk mengemban tugas mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial yang menjadi kepentingan bersama, baik kepentingan negara berkembang maupun kepentingan negara maju.
New York, 2 November 2006