|
PRESS RELEASE PTRI NEW YORK
No.: 04/HMS/VII/07
PEMRI SAMPAIKAN DATA NAMA-NAMA PULAU
KEPADA BADAN STANDARISASI NAMA UNSUR GEOGRAFIS PBB
Pada sidang ke-24 UNGEGN (United Nations Group of Experts on Geographical
Names (UNGEGN) yang diadakan di Markas Besar PBB di New York, Pemerintah
- melalui Ketua Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL),
Rudolf W. Matindas – telah menyampaikan data nama 4.981 pulau
yang terdapat di 14 propinsi nusantara. Delri secara bersamaan juga
menghadiri sidang ke-9 United Nations Conference on the Standardization
of Geographical Names (UNCSGN) guna menyampaikan perkembangan terkini
dalam proses pembakuan nama unsur-unsur geografis (toponimi) di tanah
air seperti a.l. gunung, bukit, sungai, tanjung, laut dan pulau.
UNGEGN bukan merupakan institusi yang memberikan pengakuan
terhadap status hukum kepemilikan atau kedaulatan negara atas suatu
pulau. Resolusi UNGEGN sekedar menjamin bahwa penamaan pulau sebagai
unsur geografis oleh lembaga nasional yang berwenang telah sesuai dengan
standar internasional. Toponimi yang akurat dan konsisten akan mendukung
sarana komunikasi efektif dalam aktifitas sosial-ekonomi, seperti jasa
pos, perdagangan, sensus penduduk, pendidikan atau dalam rangka penanggulangan
bencana.
Melalui Peraturan Presiden No: 112 Tahun 2006, Pemerintah telah membentuk
Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi yang diketuai Mendagri, dengan
anggota Menhan, Menlu, Menteri Kelautan, dan Mendiknas. Pelaksana harian
tim dikoordinasikan lebih lanjut oleh Kepala BAKOSURTANAL. Pembentukan
tim ini merupakan wujud komitmen Pemri guna mendukung pembakuan unsur
geografis di tanah air yang akurat, dalam rangka memenuhi rekomendasi
resolusi UNGEGN nomor I/IV tahun 1967. Tim selanjutnya akan melanjutkan
identifikasi terhadap 8.742 pulau yang tersebar di 19 propinsi lainnya
mulai September 2007.
Sejauh ini, Pemri telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan UNGEGN termasuk
penyelenggaraan training toponimi ketiga untuk kawasan Asia-Pasifik
di Batu, Malang pada tahun 2005. Saat ini Indonesia juga menjabat sebagai
Ketua UNGEGN Divisi Asia-Southeast and Pacific-Southwest. Sidang ke-24
UNGEGN dan sidang ke-9 UNCSGN akan berlangsung dari tanggal 20-31 Agustus
2007.
New York, 21 Agustus 2007
|