No.  061/HMS/IX/00

Press Release

Presiden Abdurrahman Wahid mengadakan pertemuan dengan Presiden CNRT Xanana Gusmao pada tanggal 6 September 2000 di Markas Besar PBB yang berlansung sekitar 30 menit.

Pada pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan masa depan Timtim. Dalam hal ini Presiden Wahid  menyambut baik ide Australia untuk mengadakan pertemuan empat pihak antara Indonesia, Australia, Portugal dan CNRT yang menurut rencana akan dilaksanakan setelah pertemuan APEC di Jakarta pada bulan Nopember 2000. Presiden juga mengemukakan kejadian di Atambua yang diawali dengan terbunuhnya seorang pemimpin pro-integrasi yang mengakibatkan pengikutnya melakukan pembakaran kantor UNHCR dan menelan korban tiga orang.

Presiden RI menjelaskan langkah-langkah yang telah dan akan diambil serta berjanji akan menangani hal tersebut secara serius sekembalinya ke Jakarta. Masalah kelompok garis keras dan pengungsi akan segera diselesaikan secepatnya sesuai Rencana Aksi Komprehensif.  Presiden juga berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh. Untuk itu perlu menggalang kerjasama yang lebih erat antara Indonesia, UNTAET dan CNRT.

Presiden berharap bahwa hubungan yang telah terbina akan lebih ditingkatkan lagi demi kepentingan kedua bangsa. Pada akhir pertemuan Xanana mengharapkan kunjungan Presiden Wahid ke Timor Timur dalam waktu dekat.

New York,   6  September  2000