
|
055/HMS/IX/00 Press Release Presiden Abdurrahman Wahid telah mengadakan pertemuan dengan Menlu AS Madeleine Albright tanggal 5 September 2000 pk. 19.45 di ruang tamu tempat Presiden menginap di UN Regal Plaza Hotel, New York.. Dalam pertemuan tersebut, Presiden RI didampingi oleh Menlu Alwi Shihab, Sekretaris Negara Johan Effendi, Dubes RI untuk AS Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dan Wakil Tetap RI untuk PBB Dubes Makarim Wibisono, sedangkan Menlu Albright didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kemlu AS. Pertemuan dengan Menlu AS dilakukan segera setelah Presiden menerima pemimpin PLO Yasser Arafat di ruangan yang sama. Presiden Wahid menghargai perhatian khusus yang selama ini diberikan Pemerintah AS terhadap Indonesia. Presiden Wahid juga menghargai dukungan penuh Pemerintah AS terhadap proses demokrasi dan reformasi, pemulihan ekonomi, keutuhan wilayah dan persatuan nasional Indonesia sebagaimana ditegaskan kembali oleh Menlu Madeleine Albright kepada Presiden dalam pertemuan tersebut. Menlu Albright juga menegaskan bahwa Pemerintah AS berkepentingan terhadap terciptanya demokrasi dan reformasi serta tercapainya stabilitas dan kemakmuran di Indonesia mengingat dampaknya yang sangat penting bagi stabilitas kawasan. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan bersahabat selama 45 menit tersebut atau 15 menit lebih lama dari yang dijadwalkan, kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai berbagai masalah regional dan internasional, dan mengenai jalannya sidang KTT Millenium. Presiden memberikan penjelasan mengenai perkembangan politik terakhir di tanah air, terutama mengenai hasil-hasil Sidang Tahunan MPR yang baru lalu dan pembentukan Kabinet baru. Presiden menguraikan mengenai kinerja Pemerintah yang baru, dimana Presiden akan lebih aktif memusatkan perhatian pada masalah-masalah internasional sementara pelaksanaan teknis Pemerintahan sehari-hari akan dijalankan oleh Wakil Presiden bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan dan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi; namun keputusan terakhir tetap berada di tangan Presiden. Dengan kinerja yang baru ini, Presiden menyampaikan keyakinannya bahwa Kabinet Pemerintah Indonesia yang baru akan dapat melaksanakan tugas-tugas nasional dengan sebaik-baiknya. Presiden juga menguraikan kepada Menlu Albright kiat Pemerintah Indonesia untuk membantu mencari penyelesaian damai terhadap sejumlah konflik internasional sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh oleh Indonesia. Presiden Wahid memberikan pula penjelasan mengenai usaha Pemerintah untuk menangani masalah pengungsi Timor Barat (terutama rencana komprehensif Pemerintah untuk merelokasi dan menutup kamp pengungsi), serta menyelesaikan kemelut berdarah di Maluku dan Aceh. Presiden menyatakan rasa optimisme bahwa kemelut-kemelut tersebut akan dapat diatasi dengan baik dan damai oleh Pemerintah. Dalam hal ini, Presiden menghargai dukungan Pemerintah AS terhadap Pemerintah RI dalam menangani masalah-masalah tersebut. Masalah pemulihan hubungan militer bilateral RI-AS juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Dalam kaitan ini, Presiden juga mengharapkan agar sahabat-sahabat Indonesia di dunia internasional tidak saja hanya menerapkan tekanan tapi juga memberikan dukungan konstruktif dan nyata untuk membantu Pemerintah Indonesia menyelesaikan masalah-masalah berat tersebut. New York, 5 September 2000
|