No.  054 /HMS/IX/00

Press Release

Di sela-sela kesibukan dalam rangka menghadiri KTT Millennium PBB, Presiden  RI  meresmikan Perpustakaan  Perutusan Tetap RI untuk PBB (PTRI) di New York yang diberi nama K.H. Abdurrahman Wahid Library pada tanggal 5 September 2000 pk. 16.30 dengan  penandatanganan prasasti yang dilanjutkan dengan peninjauan ke perpustakaan yang terletak di lantai I.

Sebelum meresmikkan perpustakaan tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di New York dan sekitarnya  bertempat di ruang Serba Guna yang terletak di lantai 7 Gedung PTRI. Pertemuan yang dihadiri sekitar 300 orang tersebut  berlangsung dalam suasana  akrab dan terbuka. Presiden RI menyampaikan berbagai perkembangan terakhir yang terjadi di tanah air, sementara itu beberapa hadirin yang kebetulan merupakan tokoh-tokoh masyarakat mendapat kesempatan untuk bertanya atau memberikan komentar secara terbuka.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar DR. Makarim Wibisono melaporkan bahwa perpustakaan K.H. Abdurrahman Wahid saat ini memiliki sekitar 5000 buku mengenai politik, ekonomi, sosial, budaya, masalah kawasan, serta berbagai isu-isu lainnya termasuk yang menyangkut isu-isu multilateral dan nantinya akan terus ditambah. Walaupun buku-buku tersebut lebih banyak bersifat kajian universal, lintas negara dan kebanyakan kebanyakan berbahasa Inggris, namun di dalam perpustakaan tersebut menyediakan Indonesia Corner yang ditulis oleh orang-orang asing maupun orang Indonesia  disajikan  baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Duta Besar Makarim Wibisono mengemukakan maksud didirikannya perpustakaan di PTRI yang dilengkapi akses digital information ini antara lain untuk   memperkuat referensi para diplomat dalam usaha meningkatkan kemampuan diplomasi dan negosiasi dan pengembangan substansi sehingga terdapat nilai tambah pada para diplomat RI yang ditugaskan di PBB. Di samping itu perpustakaan dimaksud dapat membantu masyarakat dan mahasiswa Indonesia untuk mendapat bacaan yang dibutuhkan dan di lain pihak bagi orang asing dengan tersedianya Indonesia Corner akan mengerti lebih baik tentang Indonesia.

Mengenai pemberian nama perpustakaan yang diambil dari nama Presiden RI, Duta Besar Makarim Wibisono  mengemukakan bahwa hal ini berawal dari seringnya Dubes Makarim Wibisono menemani Presiden Abdurrahman Wahid bertemu dengan berbagai pemimpin dunia dan banyak diantaranya yang terkesan atas pengetahuan dan penguasaan Presiden RI mengenai sastra, tradisi, budaya, sejarah dan sebagainya  serta mereka yakin bahwa Presiden Abdurrahman Wahid pada waktu mudanya sangat gemar membaca atau dengan kata lain kutu buku, hal inilah yang perlu dicontoh.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan kegembiraannya dengan didirikannya perpustakaan di PTRI bukan karena namanya yang diambil dari nama beliau, akan tetapi karena ada instansi pemerintah yang mau mengembangkan minat baca yang memang menjadi kegemaran Presiden Abdurrahman Wahid.

                                                                              New York,  5 September  2000