No.  051/HMS/IX/00

Press Release

Presiden RI Abdurrahman Wahid dan Perdana Menteri Australia John Howard telah mengadakan pertemuan pada tanggal 5 September 2000 pk. 09.00 pagi waktu setempat bertempat  di UN Regal Plaza Hotel New York tempat Presiden RI menginap sehari menjelang pertemuan Millennium Summit, untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara.  Pertemuan yang berlangsung sekitar 35 menit berlangsung dalam suasana akrab.

Perdana Menteri Australia menyampaikan  kegembiraannya bahwa situasi ekonomi Indonesia telah mulai stabil dan membaik. Kalangan bisnis di Australia pun mulai kembali menunjukkan minatnya untuk menanamkan modal dan investasinya di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, PM Howard mengulangi kembali harapannya agar Presiden RI dapat berkunjung ke Australia. Presiden RI mengindikasikan kesediaan beliau berkunjung ke negeri Kanguru itu sekitar akhir Oktober 2000 setelah selesainya Olimpiade. Terdapat pula saling pengertian bahwa pertemuan tingkat menteri Indonesia-Australia guna meningkatkan kerjasama kedua belah pihak akan diselenggarakan sebelum kunjungan Presiden RI ke Australia. Sementara itu setelah kunjungan Gus Dur ke Australia, direncanakan adanya pertemuan empat pihak (Presiden RI, PM Australia, PM Portugal dan Xanana Gusmao) di Jakarta untuk membahas perkembangan dan rekonstruksi Timor-Timur.

PM. Howard menanyakan mengenai masalah milisi Timor-Timur yang merupakan "concern" Australia dan Presiden RI menjawab bahwa hal ini telah dilakukan pembicaraan intensif antara Menkosospolkan Bambang Yudhoyono dengan Kepala Misi PBB di Timtim (UNTAET) Sergio de Mello, antara lain mengenai kemungkinan pemindahan para hard-liners dari Timor-Barat ke wilayah Indonesia lainnya, untuk hal itu  diperlukan situasi yang kondusif serta adanya kerjasama internasional.

Mengenai masalah Papua, PM Howard menegaskan kembali posisi  Australia bahwa Papua Barat adalah wilayah integral Indonesia dan Australia akan menentang upaya pemisahan Papua dari Indonesia.

Sementara itu, rencana penugasan  Dubes baru Australia untuk Indonesia  juga disinggung dan dalam pembicaraan tersebut  PM Australia mengharapkan persetujuan Indonesia bagi Dubes Rick Smith yang akan memangku jabatan itu.

                                                                           New York,   5  September  2000