Press Release

No. 340/PHM/IV/O3


Walaupun Kritis, Akhirnya Indonesia Terpilih menjadi Anggota KHAM


Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota Komisi Hak-hak Asasi Manusia (KHAM) dalam Sidang Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) tanggal 29 April 2003 di Markas Besar PBB New York. Pemilihan berlangsung cukup ketat, khususnya untuk calon dari Asia dan Eropa Barat karena calon melebihi jumlah lowongan yang tersedia. Calon dari Kelompok Asia yang tadinya berjumlah 11 untuk 6 lowongan, tinggal 8 negara setelah Korea Utara, Vietnam dan Kamboja mengundurkan diri beberapa hari sebelum pemilihan berlangsung.


Ketika Presiden ECOSOC, Duta Besar Gert Rosenthal (Guatemala) mengumumkan hasil pemungutan suara yang dilakukan secara rahasia oleh 54 negara anggota ECOSOC, India memperoleh 47 suara, Saudi Arabia 45, Qatar 44, Nepal dan Bhutan 39, Iran dan Indonesia 33, Thailand 29. Dengan hasil tersebut, Indonesia dan Iran harus bersaing ketat melalui pemungutan suara putaran kedua dan setelah melalui situasi kritis, akhirnya Indonesia memperoleh 31 suara mengalahkan Iran yang mendapat 29 suara.


Kemenangan Indonesia tidaklah diraih dengan mudah, sebab lebih dari satu tahun lobby terus dilakukan kepada negara-negara anggota ECOSOC. Dari hasil lobby tersebut sebanyak lebih dari 30 negara menyatakan akan mendukung Indonesia, namun beberapa hari menjelang pemilihan dengan adanya pernyataan mengundurkan diri dari 3 negara (Korea Utara, Vietnam dan Kamboja), posisi Indonesia menjadi sulit. Dengan mundurnya 3 negara tersebut, suara yang seharusnya diraih oleh ketiga negara dimaksud diperkirakan lari ke Iran, India, Arab Saudi, N epal, Bhutan dan Qatar yang merupakan anggota ECOSOC dan tentunya akan diuntungkan dengan memanfaatkan dukungan timbal balik di antara negara anggota ECOSOC baik untuk calon anggota KHAM maupun badan lainnya.


Kemenangan yang diraih Indonesia cukup mengejutkan banyak delegasi, mengingat calon-calon terpilih seluruhnya anggota ECOSOC yang lebih diuntungkan posisinya dibandingkan Indonesia. Kemenangan Indonesia dari Iran sebagai anggota ECOSOC dan merupakan calon yang cukup kuat, telah memberikan arti yang cukup penting bagi Indonesia. Menurut beberapa delegasi, kemenangan Indonesia (bukan anggota ECOSOC) atas Iran ( anggota ECOSOC) merupakan suatu preseden yang hampir sulit untuk dibayangkan sebelumnya.

New York, 29 April 2002