
|
PRESS RELEASE 322/PHM/IV/03
Indonesia-Jamaika Sepakat untuk
Lebih Saling Menguntungkan Indonesia dan Jamaika sepakat untuk lebih menggali potensi masing-masing dan melakukan kerjasama dalam berbagai aspek untuk keuntungan kedua belah pihak. Kesepakatan tersebut ditanda-tangani di Kingston ibukota Jamaika pada tanggal 1 April 2003 oleh Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Jamaika, Senator Delano Franklin atas nama Pemerintah Jamaika dan Kuasa Usaha ad Interim KBRI Jamaika yang berkedudukan di New York, Duta Besar Slamet Hidayat. Kedua pejabat tinggi tersebut memimpin masing-masing delegasi kedua negara dalam pertemuan bilateral yang membahas berbagai kerjasama antara lain kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan, perdagangan, perbankan, pariwisata, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.
Di dalam pertemuan tersebut telah disepakati antara lain bahwa pihak Jamaika akan menggunakan gas alam Indonesia untuk kepentingan industrinya yang selama ini menggunakan bauksit. Di bidang perdagangan telah disepakati bahwa pihak BPEN dan Badan Promosi Jamaika akan meningkatkan kegiatan, khususnya dalam mendukung pihak swasta untuk melakukan kerjasama melalui misi dagang dan pengenalan lebih lanjut mengenai komoditi yang dapat diserap di masing-masing negara. Sementara itu di bidang pendidikan, Jamaika yang merupakan bekas jajahan Inggris ini memiliki sistem pendidikan cukup baik dan dikenal di kawasan Karibia dengan salah satu programnya pengembangan teknologi informasi akan melakukan pertukaran pelajar, melakukan pelatihan, pengembangan perangkat lunak, pengembangan teknologi informasi termasuk kerjasama pelayanan telekomunikasi. Jamaika yang juga memiliki potensi industri pariwisata, sepakat akan menggali dan mengembangkan promosi dan pemasaran bersama.
Sejalan dengan upaya Pemerintah saat ini dalam rangka pemulihan ekonomi, Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York yang merangkap 4 negara Karibia ; Jamaika, Guatemala, Nikaragua dan Bahamas terus menggali potensi pengembangan pasar di negara-negara tersebut dengan berbagai cara antara lain survey pasar, pusat informasi dan distribusi produk Indonesia bagi kawasan Karibia dan Amerika Tengah serta pengiriman misi dagang. Salah satu rangkaian dari acara Pertemuan pertama Komisi Bersama Indonesia-Jamaika adalah Gala Diner yang diadakan di hotel Hilton dan dihadiri para pejabat tinggi seperti Menteri Perindustrian, Wakil Menteri Luar Negeri serta para pengusaha Jamaika yang malam itu menikmati makanan dan tarian Indonesia.
New York, 1 April 2003
|