Siaran Pers
No.321/PHM/III/03
Indonesia Mendesak agar Agresi Segera Dihentikan
Kuasa Usaha ad interim/ Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Slamet
Hidayat menyatakan bahwa kata hati kita bersama menuntut agar agresi
segera dihentikan. Pemerintah dan rakyat di seluruh dunia menyaksikan
bagaimana penderitaan rakyat lrak yang sangat besar dan berat, setelah
Amerika Serikat dan sekutunya tidak mengindahkan penyelesaian melalui
cara multilateral. Hal tersebut dikemukakan di dalam sidang Dewan Keamanan
PBB hari Rabu, 26 Maret 2003, yang dipimpin oleh Presiden Dewan Keamanan,
Duta Besar Mamady Traore, setelah beberapa negara termasuk Indonesia
menuntut agar diadakan Sidang Darurat Dewan Keamanan.
Selanjutnya Duta Besar Slamet Hidayat menegaskan bahwa Indonesia sangat
menyesalkan aksi unilateral Amerika Serikat dan sekutunya yang memutuskan
untuk melakukan serangan militer ke Irak dimana hal ini telah melanggar
hukum internasional. Krisis kemanusiaan yang terjadi di Irak menjadi
keprihatinan utama bagi pemerintah Indonesia. Indonesia menghimbau negara-
negara pihak pencetus perang agar bertanggungjawab penuh terhadap krisis
kemanusiaan yang terjadi akibat tindakan mereka. Dubes Slamet Hidayat
juga menekankan bahwa selain implikasi humanitarian bagi rakyat Irak,
integritas territorial dan kedaulatan nasional Irak berada dalam kondisi
kritis. Untuk itu, Indonesia meminta dengan tegas bahwa penyelesaian
apapun bagi Irak harus menghormati integritas territorial dan kedaulatan
nasional Irak.
Di sisi lain Dubes Slamet Hidayat juga mengingatkan masyarakat internasional
agar tidak kehilangan fokus dari masalah utama sebagaimana tercantum
dalam resolusi 1441 Dewan Keamanan mengenai perlucutan senjata pemusnah
masal Irak, dimana secara jelas harus dilaksanakan melalui pemeriksaan.
Dalam hal ini, posisi Indonesia sangat tegas menentang pengembangan
senjata pemusnah massal. Untuk itu secara konsisten Indonesia mendesak
Irak untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan resolusi dimaksud.
Dalam mengakhiri pidato di depan Sidang Dewan Keamanan PBB, Duta Besar
Slamet Hidayat menegaskan bahwa Dewan Keamanan harus melihat masalah
yang telah menyita perhatian kita semua, pemerintah dan rakyat dan agar
agresi segera dapat dihentikan. Indonesia berharap bahwa Dewan Keamanan
tidak akan gagal mengemban mandat sebagaimana ditegaskan dalam piagam
PBB yang bertanggungjawab untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
Dewan juga harus bersatu dan mengikuti permintaan-permintaan keras yang
disuarakan oleh masyarakat seluruh dunia untuk menghentikan perang.
New York, 26 Maret 2002
|