No. 074/HMS/XI/00

Press Release

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan telah menulis surat tertanggal 1 Nopember 2000 kepada Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB Makarim Wibisono untuk menjadi anggota Kelompok Penasehat Tingkat Tinggi (High Level Advisory Group) mengenai Informasi dan Komunikasi Teknologi (ICT) untuk Pembangunan.  Pentingnya inisiatif ICT ini mulai dikumandangkan saat penyelenggaraan Pertemuan Substantif Segmen Tingkat Tinggi ECOSOC 2000 (Ministerial Session of the United Nations) yang dipimpin oleh Presiden ECOSOC Makarim Wibisono pada bulan Juli, yang antara lain mengeluarkan keputusan untuk membentuk suatu ICT Task Force PBB.

Tujuan dari Advisory Group dimaksudkan membantu Sekjen PBB guna mendapat masukan untuk memformulasi strategi dan memberi modalitas ICT Task Force PBB dan sebuah Trust Fund.  Sekjen PBB meminta Makarim Wibisono memimpin proses konsultatif dengan memberi pandangan dan ide untuk membangun  suatu mitrakerja  dan modalitas yang efektif guna menjembatani kesenjangan digital global (global digital divide) dan serta mengembangkan kemanfaatan revolusi ICT.

Anggota lainnya yang telah ditunjuk dalam Advisory Group ini antara lain mantan Presiden Costa Rica Jose Maria Figueres,  EU Commisioner Erkki Liikanen dan para CEO perusahaan swasta (leading companies) yang bergerak dalam bidang informasi teknologi dari Eropa, Amerika dan Asia.  Presiden ECOSOC Makarim Wibisono dalam kesempatan ini diminta untuk memimpin kelompok Advisory Group ke berbagai negara di Eropa Barat seperti Itali, Perancis, Inggris, Belanda, Jerman , Swedia dan Norwegia.

Pada kesempatan yang berbeda dan perihal yang serupa, Duta Besar Makarim Wibisono juga diminta untuk menjadi anggota dari Digital Opportunity Task Force (DOT) yang dibentuk oleh G-8 dalam menindak lanjuti keputusan para Kepala Negara anggota G-8 di Okinawa, Jepang bulan Juli yang lalu.  Adapun anggota dari DOT terdiri dari beberapa pejabat tinggi dari negara berkembang yang dipilih secara selektif (selected developing countries) yaitu India, Brazil, Cina, Indonesia, Mesir dan selain itu badan-badan internasional sepeti World Bank dan UNDP.

                                                                               New York, 3 Nopember 2000