PRESS RELEASE
NO.: 027/HUMAS/XI/2012
INDONESIA - HAITI BUKA HUBUNGAN DIPLOMATIK
Indonesia
secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Haiti, melalui
penandatanganan Komunike Bersama (Joint Communique) oleh Wakil Tetap RI
untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, dan Wakil Tetap Haiti untuk PBB,
Duta Besar Jean Wesley Cazeau, yang dilakukan di kantor Perutusan Tetap
RI untuk PBB di New York, pada hari Selasa (21/11/2012).
“Indonesia dan Haiti selama ini telah memiliki hubungan yang baik dan
kerjasama yang erat dalam berbagai forum multilateral. Bahkan secara
nyata Indonesia telah terlibat aktif dalam pembangunan kembali Haiti
semenjak terjadinya gempa bumi pada tahun 2010,” demikian ditekankan
Dubes Percaya dalam pidatonya yang disampaikan dalam Bahasa Perancis.
Keterlibatan Indonesia dilakukan dalam kerangka dalam United Nations
Stabilization Mission in Haiti (MINUSTAH) di Haiti, dan terdiri dari 10
anggota Polri, 167 personil kompi zeni, dan seorang penghubung di
Markas Besar MINUSTAH, Port-au-Prince.
“Pembukaan hubungan diplomatik ini niscaya akan memperkuat fondasi bagi
peningkatan hubungan bilateral kedua negara di masa depan,” demikian
ditegaskan Dubes Percaya.
Dalam kesempatan tersebut Dubes Percaya menyampaikan keprihatinan
pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana alam yang diakibatkan
Badai Sandy di Haiti, dan mengharapkan agar kondisi di Haiti dapat
segera pulih kembali. “Indonesia memiliki pengalaman dalam penanganan
berbagai jenis bencana alam. Oleh karena itu terdapat peluang nyata
untuk meningkatkan kerjasama di bidang disaster risk management,” tegas
Dubes Percaya.
Dalam sambutannya, Dubes Cazeau juga menyampaikan kegembiraan atas
dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara, karena langkah ini
akan semakin mendorong peningkatan kerja sama bilateral, khususnya di
bidang penanggulangan bencana alam dan rekonstruksi.
Dengan pembukaan hubungan diplomatik ini, Indonesia telah memiliki
hubungan diplomatik dengan 183 negara. Sebagai catatan, pada tahun 2010
DPR RI telah menyetujui pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara
anggota PBB. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, pada tahun 2011 telah
dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan sembilan negara, yaitu
Mauritania, El Salvador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika,
Niger, Sao Tome dan Principe, Antigua dan Barbuda, serta Bhutan. Tahun
ini telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan Botswana.
New York, 21 November 2012