PRESS RELEASE
NO.: 13/HUMAS/0412
INDONESIA PIMPIN SIDANG KOMISI KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN PBB
Sekretaris
Jenderal PBB, Ban Ki-moon, akan menunjuk seorang Penasehat Khusus untuk Kalangan
Pemuda (Special Advisory for Youth),
mengingat pemberdayaan kaum muda akan menjadi platform utama agenda Sekjen PBB
di tahun-tahun mendatang.
Hal ini
disampaikan Sekjen PBB dalam acara pembukaan Sidang Komisi Kependudukan dan
Pembangunan PBB (Commission on Population
and Development/CPD) sesi 45 yang dipimpin oleh Duta Besar Hasan Kleib,
Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, yang menjabat
sebagai Ketua CPD sesi 45, di Markas Besar PBB, New York, Senin (23/04/2012).
Sidang
yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 27 April 2012 ini mengambil tema “Adolescents and Youth”, dan dihadiri
oleh perwakilan dari 193 negara anggota PBB, badan-badan PBB dan organisasi
internasional lainnya, serta sekitar 500 Lembaga Swadaya Masyarakat dari
seluruh dunia.
Sekjen PBB pada kesempatan tersebut menilai bahwa sesi
CPD kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Adanya antusiasme serta
energi yang besar dari berbagai pemangku kepentingan khususnya kaum pemuda
untuk terlibat pada sidang kali ini telah dirasakan oleh Sekjen PBB. Sekjen PBB
menegaskan bahwa kaum pemuda merupakan kekuatan demografi dan penggerak
berbagai perubahan yang terjadi di beberapa belahan dunia.
Sementara itu Presiden Majelis Umum PBB, yang diwakili
oleh Duta Besar Marjon Kamara dari Liberia, menyatakan bahwa meskipun kalangan
pemuda telah memperoleh pendidikan yang lebih baik dan resiko kematian yang
lebih rendah dibandingkan tiga dekade yang lalu, tantangan dan persoalan yang
melingkupi remaja dan pemuda dewasa ini masih membutuhkan tindakan global
secara bersama.
“Tema
sidang CPD sesi 45 ini aktual dan penting bagi negara-negara berkembang,
khususnya mengenai jaminan Pemerintah dalam memenuhi pendidikan, kesehatan
dan kesempatan atas pekerjaan yang layak bagi kaum pemuda, serta bagaimana PBB
dan kerjasama internasional dapat berkontribusi terhadap upaya tersebut,”
ungkap Dubes Hasan Kleib.
“Diharapkan melalui sidang ini, akan dapat dilakukan evaluasi
kemajuan implementasi program aksi yang telah disepakati dalam International Conference on Population and
Development (ICPD) mengenai kaum remaja dan pemuda, terlebih karena dalam implementasinya negara-negara berkembang masih
menghadapi berbagai tantangan,” lanjut Dubes Kleib.
Komisi Pembangunan dan Kependudukan PBB yang
beranggotakan 47 negara anggota PBB, merupakan salah satu Komisi Fungsional
Dewan Ekonomi dan Sosial/Economic and
Social Council yang ditugaskan untuk melakukan evaluasi terhadap
implementasi Program Aksi dari International
Conference on Population and Development (ICPD) Tahun 1994. Sejumlah agenda
sidang kali ini meliputi antara lain: (i) tindak lanjut rekomendasi Konferensi ICPD;
(ii) pengalaman nasional di bidang kependudukan menyangkut kaum remaja dan
pemuda; serta (iii) kontribusi isu kependudukan dan pembangunan atas “Annual Ministerial Review (AMR) Sidang
ECOSOC Tahun 2012. Sidang juga diharapkan akan menghasilkan
beberapa dokumen, antara lain resolusi tentang “Adolescents and Youth” dan keputusan tentang rencana
penyelenggaraan sesi khusus pada Sidang Majelis Umum PBB untuk mengkaji ulang
Program Aksi ICPD pasca tahun 2014.
New York, 23 April 2012